Kamis 25 Mar 2021 13:00 WIB

Indo Premier Tawarkan Investasi Reksa Dana ETF Baru

Reksa dana ETF FTSE Indonesia ESG menggunakan indeks FTSE sebagai acuan investasi.

PT Indo Premier Investment Management IPIM bekerja sama dengan penyedia indeks global FTSE Russell meluncurkan Reksa Dana Indeks Premier ETF FTSE Indonesia ESG yang menggunakan indeks FTSE Indonesia ESG sebagai acuan investasi.
Foto: Antara/Muhammad Adimaja
PT Indo Premier Investment Management IPIM bekerja sama dengan penyedia indeks global FTSE Russell meluncurkan Reksa Dana Indeks Premier ETF FTSE Indonesia ESG yang menggunakan indeks FTSE Indonesia ESG sebagai acuan investasi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Indo Premier Investment Management IPIM bekerja sama dengan penyedia indeks global FTSE Russell meluncurkan Reksa Dana Indeks Premier ETF FTSE Indonesia ESG yang menggunakan indeks FTSE Indonesia ESG sebagai acuan investasi. Direktur IPIM Noviono Darmosusilo mengatakan, sebagai pengelola reksa dana ETF, pihaknya terus menggali ide-ide produk baru yang memberikan kemudahan bagi investor.

"Tidak hanya mudah dalam pelaksanaan eksekusinya, kami juga memberikan kemudahan bagi investor dalam penyusunan portfolio mereka menggunakan ETF-ETF yang kami sediakan karena strategi tiap-tiap ETF kami yang mudah dimengerti dan mudah dipantau. Reksa Dana Indeks Premier ETF FTSE Indonesia ESG merupakan ETF ke-14 yang kami luncurkan," ujar Noviono saat pencatatan perdana reksa dana ETF berkode XIFE tersebut di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (25/3).

Dalam peluncuran produk tersebut, IPIM kembali menggandeng Deutsche Bank AG, cabang Jakarta sebagai Bank Kustodian dan PT Indo Premier Sekuritas sebagai Dealer Partisipan. 

Direktur IPIM Suwito Haryatno menambahkan, instrumen investasi ETF saat ini memang semakin digemari para investor, baik investor ritel maupun institusi. Hal itu dikarenakan kemudahan transaksi yang ditawarkan produk ini dengan berbagai kelebihan diantaranya real time, likuid, transparan, dan efisien.

Hanya dengan satu klik atau satu order, lanjut Suwito, investor dapat memiliki portofolio 32 saham unggulan berfundamental baik dan mempertimbangkan aspek Lingkungan, Sosial dan Tata Kelola (ESG).

Kinerjanya pun mampu melebihi kinerja imbal hasil indeks LQ45 dan IHSG sejak tanggal dasar indeks 22 Juni 2015.

"Dengan demikian, investor dapat meningkatkan atau menurunkan porsi saham bertema faktor ESG ini dengan cepat secara mudah sesuai dengan strategi investasi yang investor ingin terapkan, baik berupa tactical asset allocation maupun buy and hold strategy," ujar Suwito.

Keunggulan lain yang bisa didapat dengan berinvestasi pada ETF atau reksa dana bursa adalah investor tidak perlu terpaku pada penentuan Nilai Aktiva Bersih (NAB) di akhir hari karena perdagangan dapat dilakukan selama jam perdagangan di BEI menggunakan indikatif NAB.

Untuk ETF saham, juga dapat dilakukan diversifikasi secara seketika karena ETF tersebut terdiri dari portofolio saham unggulan sehingga mampu mengurangi gejolak volatilitas dan risiko investasi pada satuan saham. Hal itu sangat bermanfaat bagi para investor saham, di mana instrumen investasi seperti saham secara natural memiliki volatilitas cukup tinggi, apalagi mengingat kondisi pasar terkini.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement