Sabtu 20 Nov 2021 06:32 WIB

Bank Permata dan Chandra Asri Gunakan Blockchain untuk LC

Ini merupakan pencapaian dan terobosan baru trade finance di Indonesia.

Rep: Novita Intan/ Red: Fuji Pratiwi
Bank Permata (ilustrasi). Bank Permata dan Chandra Asri gunakan blockchain dalam transaksi LC.
Foto: Republika/Agung Supriyanto
Bank Permata (ilustrasi). Bank Permata dan Chandra Asri gunakan blockchain dalam transaksi LC.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Bank Permata Tbk bermitra dengan Bangkok Bank PLC (Thailand) dalam mendukung penerbitan Letter of Credit (LC) PT Chandra Asri Petrochemical Tbk di Indonesia kepada supplier. Adapun proses penerbitan LC yang biasanya harus dikomunikasikan antara Pembeli, Penjual serta Bank Penerbit dan Bank Penerima dalam platform yang berbeda-beda, dapat diselesaikan melalui single platform dengan end-to-end process yang jauh lebih singkat.

Proses ini  bahkan dapat dimonitor secara langsung dengan teknologi blockchain. Setelah sukses meluncurkan transaksi trade finance dengan teknologi blockchain, Bank Permata kembali menorehkan pencapaian dengan sukses menjalankan transaksi cross-border perdananya antara Indonesia dan Thailand.

Baca Juga

Direktur Wholesale Banking Bank Permata Darwin Wibowo mengatakan, transaksi yang berhasil dilakukan melalui teknologi blockchain bersama Chandra Asri merupakan sebuah pencapaian sekaligus terobosan baru bagi proses trade finance di Indonesia. "Hal ini sejalan dengan strategi Bank Permata untuk memperluas skala bisnis dengan sinergi bersama Bangkok Bank dan memperkuat model bisnis dengan digitalisasi yang bermanfaat bagi kebutuhan nasabah.

"Kami berterima kasih atas kepercayaan yang diberikan oleh Chandra Asri terhadap teknologi baru yang kami terapkan ini," ujar Darwin dalam keterangan resmi, Sabtu (20/11).

Direktur Keuangan Chandra Asri Andre Khor mengutarakan, Chandra Asri senang dapat bekerja sama dengan mitra utama, Bank Permata dan Bangkok Bank untuk merintis transaksi LC blockchain lintas batas pertama dari Indonesia di Contour, platform khusus fintech. Sebagai pemain industri utama, Chandra Asri juga senang mencari terobosan untuk mempromosikan industrialisasi dan integrasi guna mendorong pertumbuhan ekonomi.

 

"Ini adalah langkah kunci menuju penyederhanaan radikal dan transformasi proses pembiayaan perdagangan konvensional menuju sesuatu yang baru. Transaksi perdana dengan teknologi blockchain ini menandai tonggak terbaru Program Transformasi Digital Chandra Asri," kata dia.

Chandra Asri merupakan produsen petrokimia yang terintegrasi terbesar di Indonesia dan mengoperasikan satu-satunya Naphtha Cracker di Indonesia, memproduksi Olefin (Etilena, Propilena), Pygas dan Mixed C4, Poliolefin (Polietilena dan Polipropilena), Styrene Monomer, Butadiene, serta Methyl Tert-butyl Ether (MTBE) & Butene-1.

Dengan teknologi blockchain, Chandra Asri dapat mengurangi waktu pemrosesan dengan digitalisasi penerbitan LC, sesuai dengan strategi perusahaan dalam menanamkan teknologi baru dan melaksanakan transformasi digital untuk mempertahankan standar kelas dunianya.

Investasi teknologi

photo
Blockchain - (Tech Explore)

Direktur Teknologi dan Operasi Bank Permata Abdy D Salimin menambahkan, sebagai salah satu bank terdepan dalam inovasi digital di Indonesia, Bank Permata terus berinvestasi pada kapabilitas teknologi yang tepat dalam menyelesaikan masalah nasabah.

Kata Abdy, penggunaan teknologi blockchain dalam pembiayaan perdagangan bekerja sama dengan Contour merupakan cerminan dari komitmen berkelanjutan Bank Permata untuk menghadirkan pengalaman perbankan terbaik bagi nasabah.

"Itu yang memberikan brand promise kami, simple, fast, and reliable," kata Abdy

Teknologi blockchain mengoptimalkan aliran data dengan aman dan cepat antara mitra bisnis, yang secara signifikan meningkatkan efisiensi dan mengoptimalkan arus perdagangan dalam jaringan perdagangan. "Jaringan terpercaya secara digital yang terhubung ini juga merupakan tempat tepat untuk menemukan mitra yang juga tepat, memperluas jaringan pemasok, pembeli dan bank, mempercepat dan meningkatkan volume perdagangan dengan cara yang paling efisien," kata Abdy menjelaskan.

Teknologi blockchain yang diterapkan dalam transaksi trade finance akan mengoptimalkan perdagangan global yang lebih mudah, efisien, dan aman untuk Letter of Credit lintas batas dan domestik. Teknologi ini akan membantu nasabah korporat memaksimalkan sumber daya dan meningkatkan arus kas.

Bank Permata merupakan bank pertama di Indonesia yang sukses menerapkan transaksi trade finance melalui sistem blockchain. Dalam mengimplementasikan teknologi ini Bank Permata bekerja sama dengan Contour, perusahaan berbasis blockchain yang memberikan layanan kepada lebih dari 80 bank dan perusahaan di 17 negara di Asia, Timur Tengah, dan Eropa.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement